.

Bantuan Keuangan Pemprov Jabar Ke Kabupaten Bogor Meningkat Dua Kali Lipat

Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya (AW)  yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar 
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat,pada tahun 2020 ini meningkat dua kali lipat menjadi Rp 255 miliar dibanding tahun 2019 yang Rp 122 miliar.

Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya (AW) mengatakan,"Pemprov Jabar sekarang lebih proporsional dalam memberikan Bantuan Keuangan, di mana daerah yang wilayahnya luas dengan jumlah penduduk padat seperti Kabupaten Bogor, mendapatkan alokasi cukup besar,” jelas legislator yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini kepada media di Bandung, Rabu (5/2/2020).

Keputusan itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor Tahun 2019 tanggal 27 Desember 2019 tentang APBD Jabar 2020. Bantuan tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk sektor kesehatan, seperti pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Bantuan Keuangan 2020 ini, alokasi terbesar tetap di sektor kesehatan, dan iuran BPJS untuk masyarakat kurang mampu dialokasikan sebasar Rp 53,79 miliar,”papar wakil rakyat yang duduk di komisi V membidangi kesra ini. 

Lebih lanjut dikatakannya AW sapaan akrab pria ini,sektor kesehatan yang akan dibantu anggarannya yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, RSUD Ciawi dan RSUD Leuwiliang. Total anggaran untuk tiga RS milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu mencapai Rp101 miliar.

“Rinciannya, RS Cibinong Rp 43 miliar, Ciawi Rp 38 miliar dan Leuwiliang Rp20 miliar. Kenapa RS Cibinong dan Ciawi alokasi anggarannya besar? Karena dua RS tersebut menjadi rujukan untuk wilayah regional II Bogor, sehingga fasilitasnya haruslah lengkap,jelasnya.

Menurut AW, tahun 2020 ini Pasar Cisarua pun kembali mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp25 miliar, naik dibandingkan tahun 2019 yang Rp10 miliar. “Bantuan Rp25 miliar itu, untuk menyelesaikan revitalisasi Pasar Cisarua, karena berdasarkan Detail Engeneering Disain (DED), revitalisasi pasar terbesar di wilayah Puncak itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 35 miliar,” ungkapnya.

Selain itu anggaran juga dialokasikan untuk Geopark Pongkor senilai Rp 50 miliar.
“Uang Rp 50 miliar itu, dibagi untuk beberapa program, diantaranya pembangunan Jalan Pasir Ipis - Purasade sampai perbatasan Kabupaten Sukabumi Rp 23, 9 miliar, sisanya untuk penataan kawasan sekitar Geopark Pongkor,” paparnya.

Untuk itu politisi senior partai besutan SBY ini,mewanti-wanti kepada Pemkab Bogor agar memanfaatkan Bantuan Keuangan yang naik lebih dari 100 persen itu sebaik mungkin, terlebih yang berkaitan dengan sektor infrastruktur, seperti halnya pembangunan jalan.

“Intinya, kami DPRD Jabar asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, tidak ingin kasus pembangunan Jalan Pabangbon, di Kecamatan Leuwiliang terulang lagi di tahun 2020 ini,” pungkas wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) 6 Kabupaten Bogor ini.(Rie/Red))