.

Komisi V DPRD Jabar Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir

caption : Komisi V DPRD Jabar Memberikan Bantuan untuk korban bencana banjir ke petugas
BEKASI.LENTERAJABAR.COM,-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), meliputi: Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri Strategis, Ketenagakerjaan termasuk perlindungan TKI, Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga, Agama, Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Transmigrasi serta Penanganan Penyandang Cacat dan Anak Terlantar.

Para wakil rakyat yang membidangi kesra tersebut memantau ke lapanagn terkait bencana banjir di beberapa daerah di Jawa Barat.Pada Selasa (7/1/2020) mengunjungi gudang Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) yang berada di Kota Bekasi.

Kedatangan Komisi V DPRD Jabar tersebut, selain meninjau logistik untuk para korban bencana Jabodetabek, sekaligus memberikan bantuan bagi para korban.

Menurut anggota DPRD Jabar, asal Fraksi PKB, Dadan Hidayatulloh,Kita sengaja ke lokasi sambil meninjau kesiapan BPNB, sekaligus memberikan bantuan berupa sembako dan perlengkapan yang saat ini dibutuhkan oleh para korban,tutur wakil rakyat daerah pemilihan Jabar 14 meliputi kabupaten Garut ini kepada media.

Dikatakan Dadan, bantuan yang diberikan merupakan hasil penggalangan dana di Komisi V DPRD Jabar, setelah melihat kondisi korban sangat membutuhkan uluran tangan termasuk kebutuhan sembako. "Kita lakukan penggalangan dana di Komisi V DPRD Jabar," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Dadan,melihat kondisi korban bencana banjir yang terjadi di Jawa Barat, memang sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan. "Kami peduli terhadap korban, kendati bantuan disalurkan melalu BNPB," jelasnya.

Ia juga berharap, pasca banjir bandang yang menerjang wilayah Jabodetabek bisa segera teratasi. Sebab itu, pemerintah harus pro aktif dalam melakukan pemulihan mental para korban terutama anak-anak.

"Pemulihan mental sangat diutamakan bagi anak-anak. Termasuk sarana pendidikan menjadi sebuat prioritas yang harus diperhatikan," pungkasnya.(Rie/Red)