.

DPRD : Masyarakat Jabar Diminta Tetap Waspada & Berhati-Hati Terhadap Anomali Cuaca

keterangan foto : Pimpinan DPRD Jabar dan Komisi IV saat menijau tanah longsor di Cipangeran Cimahi
CIMAHI.LENTERAJABAR.COM,- Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang banyak memiliki resiko terdampak bencana seperti banjir,tanah longsor,puting beliung dan lain-lain.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir ada 169 titik banjir di Jabodetabek dan Banten. Di Provinsi Jawa Barat dinyatakan paling banyak titik banjir yaitu 97, Jakarta 63 dan Banten 9 titik.

Selain banjir pergerakan tanah dan longsor terjadi didaerah jabar seperi kabupaten Tasikmalaya,Cianjur,Bogor dan yang terakhir di daerah Cimahi.Dari data yang berhasil dihimpun terdapat 11 bencana longsor yang terjadi di Cipageran.

Sesuai dengan tupoksinya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat melakukan peninjauan langsung kedaerah terdampak bencana longsor di daerah Cipageran, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan untuk penanganan bencana banjir Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengucurkan anggaran darurat bencana banjir.

“Untuk Kabupaten/Kota yang belum memiliki anggaran tanggap bencana agar segera merancang anggaran tersebut berbasiskan data dan kejadian di masing-masing wilayah,” kata Ineu kepada media. Kamis(16/1/2020)

Ditambahkan Ineu, legislator partai berlambang banteng moncong putih ini, menghimbau kepada masyarakat Jawa Barat agar tetap waspada dan berhati- hati mengahadapi intensitas cuaca yang belum stabil.

“Serta tidak mudah mempercayai infromasi-informasi yang menyesatkan atau berita hoax yang dapat menimbulkan ke khawatiran di tengah tengah masyarakat,” pungkas serikandi PDIP daerah pemilihan Sumedang-Majelengka-Subang ini.(Rie/Rel)