Notification

×

Iklan

Iklan

Bappeda Meluncurkan Program Inovasi Untuk Salurkan Saran Pada Aplikasi Warna Jabar

Kamis, 28 Maret 2019 | 17:44 WIB Last Updated 2019-04-26T11:45:14Z
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur M.Ridwan Kamil ingin menjadikan “Jabar Juara Lahir dan Bathin”. Untuk itu berbagai trobosan inovasi dan kolaborasi program diluncurkan Pemprov Jabar dalam meningkatkan pelayanan publik.

Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jawa Barat Yuke Mauliani Septina mengatakan untuk mendukung dan mewujudkan Jabar Juara Lahir-Bathin, maka Bappeda Jabar meluncurkan program inovasi berupa aplikasi Warna Jabar.

Aplikasi Warna Jabar yang diluncurkan oleh Bappeda sebagai sarana bagi masyarakat Jabar untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemprov Jabar. Masukan dari warga sangat penting guna memperbaiki kinerja Pemprov Jabar dalam pelayanan publik.

“Diharapkan masyarakat dapat segera mengakses aplikasinya, karena kami juga butuh informasi apa saja yang mau direncanakan. Sehingga bisa dibilang aplikasi ini bisa menjembatani komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat,” ujarnya dalam acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro no 22, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).

Aplikasi Warna Jabar atau Warga Merencana Jabar ini merupakan web aplikasi yang dikembangkan Bappeda untuk menyerap ide, gagasan, konsep, dan aspirasi warga mengenai pembangunan. Aplikasi ini merupakan upgrade dari SMS Jabar Membangun. Aplikasi tersebut bisa diakses di alamat http://www.bappeda.jabarprov.go.id/warnajabar.

Selain bebas memberikan pemikirannya, warga juga akan ditanya pendapatnya perihal infrastruktur jalan, layanan air bersih, pendidikan SMA/SMK, serta ruang publik yang diinginkan. “Tidak banyak pertanyaannya bagi masyarakat. Kan harus simpel, jadi hanya ada lima pertanyaan,” ungkapnya.

Menurut Yuke, masukan dari Warna Jabar ini bisa dijadikan bahan pertimbangan Bappeda dalam merancang Rencana Pembangunan Janka Menegah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan.

Kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2018 yang merupakan hasil kerja RPJMD 2013-2018. RPJMD 2013-2018 diwarnai pergantian tiga kepala daerah. Pertama Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar sebagai kepala daerah terpilih 2013, dilanjutkan Moch Iriawan sebagai penjabat, lalu Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum sebagai kepala daerah terpilih 2018.

Menurut Yuke, banyak hal yang dikolaborasikan dari tiga Pimpinan Daerah tersebut agar sasaran dan target RPJMD tercapai. Banyak harapan masyarakat pada pemerintah Pemprov Jabar, baik dari segi infrastruktur, sosial dan budaya.

Pada intinya semua pembangunan diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat. Banyak hal yang mungkin nanti masyarakat peroleh untuk kesejahteraan maupun hal-hal yang lainnya,” katanya.

Dia melanjutkan, lima tahun ke depan Jabar harus bekerja keras menjawab berbagai tantangan. Mulai dari pendidikan dimana Gubernur ingin ada sekolah satu atap dari SD, SMP dan SMA/SMK dalam satu kawasan. Lalu dari segi kesehatan ada program Layad Rawat.

“Jadi masyarakat miskin tak perlu lagi mikir ongkos nggak perlu mikir lagi apa-apa lagi. Tim medis yang datang ke pasien, rujukannya manakala harus dibawa ke rumah sakit kita pun siap membawa,” jelasnya.

Selain itu, infrastruktur jalan juga menjadi pekerjaan cukup berat. Sebab Gubernur menargetkan 100 persen jalan mulus dalam lima tahun denhan konektivitas yang semakin baik.

“Kami juga akan meneruskan lagi pembangunan bandara. Terus juga ada beberapa pembangunan besar seperti jalan tol dan pelabuhan. Mudah-mudahan akan terwujud 5 tahun ini,” pungkas Yuke.(Ari/Red)
×
Berita Terbaru Update