Notification

×

Iklan

Iklan

Aplikasi "Sehat" Hadir Di Kota Bandung Dan Pertama Di Indonesia

Jumat, 08 Desember 2017 | 14:00 WIB Last Updated 2017-12-08T07:01:31Z
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM-Kota Bandung kembali menghadirkan aplikasi kesehatan guna mempermudah pelayanan dari dokter untuk masyarakat. Aplikasi tersebut bernama SEHAT (Sistem Elektronik Aplikasi Rujukan Terpadu).

Aplikasi tersebut diresmikan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita, VP Samsung Kanghyung Lee dan CEO & Founder Docta Andrew Rochford, di Balai Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Dalam kesempatannya, Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan, aplikasi SEHAT hadir di kota Bandung memberikan kemudahan bagi dokter umum untuk konsultasi langsung ke dokter spesialis.

Lanjutnya, inovasi tersebut memberikan kemudahan bagi dokter dan waktu yang efisien bagi pasien. Dengan konsep digital, aplikasi tersebut sangat mudah digunakan oleh dokter.

"Jadi jika dokter umum kesulitan untuk memberikan rujukan atau masukan mengenai penyakit yang dialami oleh pasien, dirinya bisa menggunakan aplikasi dengan bertanya dan memberikan penjelasan sesuai penyakit yang diderita,"ujarnya.

Menurut Ridwan, hadirnya aplikasi tersebut selain mempermudah pelayanan juga meringankan biaya kesehatan. "Saat ini kan biaya kesehatan cukup mahal, dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, rawat jalan maupun menembus obat, memakan biaya yang banyak. Maka dari itu hadirnya aplikasi SEHAT insya Allah mempermudah semua urusan kesehatan,"jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita menyampaikan, Aplikasi SEHAT salah satu inovasi pemerintah kota Bandung untuk Pembangunan Nasional khususnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

"maka dari itu, dalam rangka meningkatkan aksesibilitas, Aplikasi ini sangat membantu sekali para dokter untuk memberikan rujukan maupun pemeriksaan sebaik mungkin,"jelasnya.

Ditambahkan Rita, aplikaai Ter bertujuan untuk mengurangi angka rujukan non spesialistik dari FKTP ke FKTRL, mengurangi angka antrian di RS, Menguatkan dokter umum di FKTP sebagai gate keeper Sistem Kesehatan Nasional dan Sarana transfer of knowledge dari dokter spesialis ke dokter umum di puskesmas.

Lanjutnya, Aplikasi SEHAT dihibahkan oleh Dr. Andrew Rochford sebagai founder dan CEO DOCTA dari Sydney Australia.Selain itu, Support 150 tablet dari SAMSUNG Indonesia dibagi dalam 3 tahap. Tahap satu, 30 dokter puskesmas dan 20 spesialis. Tahap dua 45 dokter puskesmas dan 20 spesialis dan tahap ke tiga 25 dokter FKTP prolanis lain dan 10 dokter subspesialis.

"Tahapan itu dilakukan agar monitoring indikator program dapat dimonitor dengan baik,"tuturnya.
Ditambahkan Rita, pelatihan bagi spesialis yang menjadi konsultan sudah dilakukan hari Rabu (8/11/17). Ada 10 spesialis yang sudah bersedia bergabung. 

Untuk Pelatihan bagi Dokter Umum puskesmas dilaksanakan jumat (10/11/17), 31 Dokter puskesmas yang juga Koordinator Prolanis dan Layad Rawat."Dengan yang kami lakukan ini guna untuk memberikan kemudahan bagi para dokter dan kesehatan bagi masyarakat kota Bandung,"pungkasnya.
(Red)
×
Berita Terbaru Update