TASIKMALAYA,LENTERAJABAR.COM-Momentum Hari Listrik Nasional ke-72 tahun 2017, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat meresmikan penyalaan jaringan listrik pedesaan yang tersebar untuk 233 dusun dan 156 desa di seluruh wilayah Jawa Barat.
Peresmian jaringan listrik pedesaan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Karang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/11/2017). hadrid alam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin, General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana, perwakilan Dinas ESDM serta para Kepala Desa mewakili 233 Dusun yang desanya telah teraliri listrik di tahun ini.
Melistriki daerah pedesaan di pelosok Jawa Barat merupakan salah satu program prioritas unggulan demi mewujudkan Jabar Caang 2018, yakni tercapainya rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat 100 persen pada tahun 2018. Diharapkan dengan terwujudnya Jabar Caang tahun 2018, dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup warga di wilayah tersebut.
Rasio elektrifikasi di Jawa Barat hingga September 2017 sendiri sudah mencapai 98,50 persen. Di tahun 2017 PLN menargetkan pembangunan jaringan distribusi listrik di pedesaan dengan menginvestasikan dana sebesar 196 miliar.
Dana ini, akan digunakan untuk pembangunan jaringan listrik baik itu Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan juga Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta pembangunan gardu distribusi.
“Melalui semangat dan momentum Hari Listrik Nasional ke-72 ini PLN ingin terus meningkatkan keterjangkauan listrik diseuruh wilayah Indonesia. Jumlah desa yang berlistrik terus kami tingkatkan dengan optimal, karena kami percaya bahwa listrik dapat terus membawa pergerakan perekonomian masyarakat,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin dalam siaran pers .
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapresiasi program ini dan memberikan dukungannya untuk Jabar Caang 2018.
"Dengan listrik yang merata sehingga pendidikan akan semakin baik, usaha semakin berkembang maka daya saing warga Jawa Barat akan meningkat", ujarnya.
Jumlah dusun atau kampung yang berhasil dialiri listrik hingga Oktober 2017 mencapai 233 dusun di seluruh pelosok Jawa Barat.
“Kami terus berupaya mengakseleraasi tercapainya Program Jabar Caang 2018 yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah yang membantu kami mengimplementasikan pengembangan jaringan listrik di pedesaan.” Ujar Iwan Purwana, General Manager PLN Distribusi Jawa Barat.
Dalam kesempatan ini Kepala Desa Tanjung Karang Lalan Jaelani mengungkapkan terima kasih dengan adanya pembangunan jaringan listrik di desanya.
"Kami sangat bersyukur saat ini desa kami sudah teraliri listrik, banyak perubahan dengan adanya listrik seperti sekarang ini semoga ke depannya hal ini membawa kemajuan bagi desa kami terutama untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga," ucapnya.
Wilayah yang terbanyak dialiri jaringan listrik pedesaan sampai bulan Oktober 2017 antara lain Cianjur (59 dusun), Sukabumi (36 dusun), Bogor (27 dusun) , Cimahi (21 dusun), Tasikmalaya (21 dusun), Cirebon (20 dusun) dan Garut (20 dusun). Potensi pelanggan yang bisa didapatkan dari program listrik pedesaan kali ini mencakup 7.366 pelanggan. Panjang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang berhasil dibangun sepanjang 73,04 kms, Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) sepanjang 197,77 kms dengan total daya terpasang sebanyak 4300 kVA.(Red)
Peresmian jaringan listrik pedesaan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Karang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/11/2017). hadrid alam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin, General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana, perwakilan Dinas ESDM serta para Kepala Desa mewakili 233 Dusun yang desanya telah teraliri listrik di tahun ini.
Melistriki daerah pedesaan di pelosok Jawa Barat merupakan salah satu program prioritas unggulan demi mewujudkan Jabar Caang 2018, yakni tercapainya rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat 100 persen pada tahun 2018. Diharapkan dengan terwujudnya Jabar Caang tahun 2018, dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup warga di wilayah tersebut.
Rasio elektrifikasi di Jawa Barat hingga September 2017 sendiri sudah mencapai 98,50 persen. Di tahun 2017 PLN menargetkan pembangunan jaringan distribusi listrik di pedesaan dengan menginvestasikan dana sebesar 196 miliar.
Dana ini, akan digunakan untuk pembangunan jaringan listrik baik itu Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan juga Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta pembangunan gardu distribusi.
“Melalui semangat dan momentum Hari Listrik Nasional ke-72 ini PLN ingin terus meningkatkan keterjangkauan listrik diseuruh wilayah Indonesia. Jumlah desa yang berlistrik terus kami tingkatkan dengan optimal, karena kami percaya bahwa listrik dapat terus membawa pergerakan perekonomian masyarakat,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin dalam siaran pers .
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapresiasi program ini dan memberikan dukungannya untuk Jabar Caang 2018.
"Dengan listrik yang merata sehingga pendidikan akan semakin baik, usaha semakin berkembang maka daya saing warga Jawa Barat akan meningkat", ujarnya.
Jumlah dusun atau kampung yang berhasil dialiri listrik hingga Oktober 2017 mencapai 233 dusun di seluruh pelosok Jawa Barat.
“Kami terus berupaya mengakseleraasi tercapainya Program Jabar Caang 2018 yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah yang membantu kami mengimplementasikan pengembangan jaringan listrik di pedesaan.” Ujar Iwan Purwana, General Manager PLN Distribusi Jawa Barat.
Dalam kesempatan ini Kepala Desa Tanjung Karang Lalan Jaelani mengungkapkan terima kasih dengan adanya pembangunan jaringan listrik di desanya.
"Kami sangat bersyukur saat ini desa kami sudah teraliri listrik, banyak perubahan dengan adanya listrik seperti sekarang ini semoga ke depannya hal ini membawa kemajuan bagi desa kami terutama untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga," ucapnya.
Wilayah yang terbanyak dialiri jaringan listrik pedesaan sampai bulan Oktober 2017 antara lain Cianjur (59 dusun), Sukabumi (36 dusun), Bogor (27 dusun) , Cimahi (21 dusun), Tasikmalaya (21 dusun), Cirebon (20 dusun) dan Garut (20 dusun). Potensi pelanggan yang bisa didapatkan dari program listrik pedesaan kali ini mencakup 7.366 pelanggan. Panjang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang berhasil dibangun sepanjang 73,04 kms, Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) sepanjang 197,77 kms dengan total daya terpasang sebanyak 4300 kVA.(Red)
