Notification

×

Iklan

Iklan

Kabar Gembira Mau Ke Tasikmalaya Sekarang Bisa Naik Pesawat

Minggu, 11 Juni 2017 | 11:00 WIB Last Updated 2017-06-11T04:00:55Z
TASIKMALAYA,LENTERAJABAR.COM - Kabar gembira bagi pemudik yang tinggal didaerah parahiyagan sekitar Tasikmalaya,Banjar dan Ciamis,setelah menunggu perizinan selama 12 tahun akhirnya Bandara Udara Wiriadinata di tasikmalaya bisa di gunakan pesawat komersil.

Kementerian Perhubungan resmi mengeluarkan izin operasional Bandara Wiriadinata Tasikmalaya. Kemenhub pun memastikan Bandara Wiriadinata sudah layak digunakan sebagai terminal angkutan lebaran.

Kepastian tersebut diungkapkan Budi Karya Sumadi pada penandatanganan prasasti Bandara Wiriadinata sekaligus uji terbang pesawat komersil Wing Air  jenis ATR-72-500/600 di Pangkalan Udara Wiriadinata Tasikmalaya, Sabtu,(10 /6/ 2017).

Budi mengatakan, Kemenhub memang tidak bisa sembarangan memberikan izin bandara. Terlebih topografi rute penerbangan menuju Tasikmalaya terdiri dari pegunungan. Selain itu, Lanud Wiridianata milik TNI, sehingga harus dipastikan secara jelas tupoksi antara Kemenhub, TNI AU, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

"Penerbangan itu salah satu moda transportasi yang penuh dengan syarat-syarat, tingkar risikonya tinggi, jadi harus hati-hati mengeluarkan izin," ucap Budi Karya.

Menurut Budi, izin bandara dikeluarkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi. Menhub juga intens berkoordinasi dengan Pemkot Tasikmalaya dan Panglima Komando TNI AU untuk menuntaskan persyaratan seperti pemadam kebakaran, x-ray, hingga ruang tunggu penumpang.

"Ini izinnya memang sementara karena berkaitan dengan izin lainnya. Namun, kami bisa pastikan, tidak sampai seminggu, Bandara Wiriadinata sudah bisa digunakan untuk bandara komersial," ucap Budi.

Berkaitan dengan izin sementara, Bandara Wiriadinata hanya bisa dilalui oleh pesawat komersial jenis ATR-72. Kapasitasnya pun dibatasi maksimal hanya 1200 penumpang dalam sehari.

"Kapasitasnya sebenarnya 1.600, namun masih kita batasi jadi 1200. Izin rutenya sedang diproses, seminggu lagi mudah-mudahan sudah keluar, jadi bisa untuk angkutan lebaran," ucap Budi.

Menurut Budi, rute penerbangan Tasikmalaya- Jakarta (Bandara Halim Perdana Kusuma) memang sudah saatnya ada. Berdasarkan riset pasar, permintaan rute penerbangan ini lebih tinggi. Budi pun berharap Pemkot Tasikmalaya dan masyarakat bisa memanfaatkan izin bandara komersial ini dengan lebih baik.

"Kita tahu Jakarta-Tasikmalaya ini kalau ditempuh dengan jalur darat bisa sampai 8 jam. Makanya keberadaan bandara ini harus dimaintaince dengan baik. Saya ucapkan sekali lagi Tasikmalaya," kata Budi.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sangat bersyukur Lanud Wiridianata akhirnya resmi menjadi bandara komersial. keberadaan bandara  tersebut merupakan penantian panjang masyarakat Tasikmalaya dan juga daerah di Priangan Timur.

"Saya berterima kasih kepada Pak Menteri seluruh kepala daerah, TNI, dan Anggota DPR RI yang mendorong terwujudnya Lanud TNI AU ini jadi bandara sipil, kita tahu hambatan untuk merealisasikan mimpi ini cukup banyak. Tanpa kerja sama semua pihak, kami tak yakin bandara ini dapat terwujud," kata Budi.

Budi optimistis keberadaan bandara akan mendongkrak iklim investasi di Jabar selatan. Peningkatan investasi tersebut akan berdampak positif pada perekonomian rakyat. Tenag kerja di Kota Tasikmalaya dan Jabar Selatan pun bisa terserap lebih banyak lagi.

"Dengan adanya bandara, akses semakin mudah, konektivitas juga lebih cepat. Kalau biasanya Senin-Kamis pedagang Tasikmalaya jualan ke Tanah Abang, sekarang orang Jakarta bisa beli di sini, karena lama perjalannya cuma 45 menit, " ucap Budi.

Setelah izin rute dan slot pesawat komersil resmi keluar, Wali Kota Tasikmalaya menargetkan untuk membuat even skala nasional dan internasional di Kota Tasikmalaya. Pesawat komersial tersebut juga diharapkan dapat melayani pemudik sejak H-7 Lebaran.

"Kita akan buat even-even yang bisa mengundang investasi setelah koneksifitas antar daerah menjadi lebih mudah. Kalau bisa juga H-7 izin slot dari Halim Perdana Kusuma bisa keluar, sehingga keberadaan bandara ini dapat mengurangi beban jalan darat," ucap Budi.

Sementara itu, General Manage Safety Security and Cuality Kapten Iyus Susianto menyebutkan, pihak maskapai tinggal menunggu izin rute dan slot dari Halim Perdana Kusuma.

Jika kedua izin tersebut sudah keluar, mereka bisa segera melayani penerbangan dengan rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma) - Bandara Wiriadinata. Menurut Kurniawan, sejauh ini izin rute dan slot belum bisa dikeluarkan karena menunggu izin operasional bandara.

"Kalau kami tinggal menunggu kesiapan dari Pemkot dan Kemenhub saja. Kalo izin udah oke ya kita jalan. Tergantung wali kota inginnya seperti apa. Mengenai rate harga saya belum bisa pastikan, itu wewenang bagian lain," kata Iyus.(Red/Skp)
×
Berita Terbaru Update