BANDUNG,LENTERAJABAR.COM - Untuk yang kedua kalinya Indo Barometer kembali merilis data hasil riset dan survey terkait peluang calon gubernur Jawa Barat pada Selasa 6 Juni 2017 di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung.
Survey yang dilakukan di 27 Kabupaten/Kota pada 17 hingga 23 Mei 2017 dengan jumlah responden sebanyak 800 orang dan margin of eror sebesar lebih kurang 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.
Maksud dan tujuan survey untuk melihat dinamika permasalahan di Jawa Barat, pilihan calon gubernur,
pilihan partai politik dan dinamika calon presiden, serta isu-isu yang berkembang pasca pilkada DKI Jakarta. Dengan cara membandingkan survey pada 27 Februari 2017 dengan temuan survey pada 17 Mei 2017.
Selain permasalahan-pemasalahan Jawa Barat, Indobaremeter juga melakukan survey terkait nama-nama yang belakangan disebut-sebut akan tampil di ajang pilkada Jawa Barat 2018.
Direktur Eksekutif Indo Baremeter, M Qodari mengatakan hasil survey yang menunjukan tingkat pengenalan tertinggi terhadap nama-nama bakal calon gubernur, nama Ridwan Kamil menempati posisi tertinggi dengan persentase 31,4%.
Nama Dedy Mizwar menempati urutan kedua dengan persentase 20,5%, Dedy Mulyadi 12,6% disusul Dede Yusuf 6,9%, Rieke Diah Pitaloka 2% dan Agung Suryamal 0,5%.“Namun yang belum memutuskan dan masih merahasiakan jawaban sebesar 26%. Artinya Jabar layaknya tanah tak bertuan,” ujar Qodari.
Ia melanjutkan, di Jabar, partai politik dengan pilihan tertinggi jika pileg hari ini adalah PDIP dengan 11,4% suara, Golkar 8,1%, Gerindra 7,1%, PKS 4,4%, PPP 2,5%. “Komposisi ini mirip dengan hasil survey Februari 2017. Walaupun terjadi penurunan elektabilitas pada semua partai, namun jumlah yang belum memutuskan naik dari 44,9% ke 58,8%,” katanya.(Red)
Survey yang dilakukan di 27 Kabupaten/Kota pada 17 hingga 23 Mei 2017 dengan jumlah responden sebanyak 800 orang dan margin of eror sebesar lebih kurang 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.
Maksud dan tujuan survey untuk melihat dinamika permasalahan di Jawa Barat, pilihan calon gubernur,
pilihan partai politik dan dinamika calon presiden, serta isu-isu yang berkembang pasca pilkada DKI Jakarta. Dengan cara membandingkan survey pada 27 Februari 2017 dengan temuan survey pada 17 Mei 2017.
Selain permasalahan-pemasalahan Jawa Barat, Indobaremeter juga melakukan survey terkait nama-nama yang belakangan disebut-sebut akan tampil di ajang pilkada Jawa Barat 2018.
Direktur Eksekutif Indo Baremeter, M Qodari mengatakan hasil survey yang menunjukan tingkat pengenalan tertinggi terhadap nama-nama bakal calon gubernur, nama Ridwan Kamil menempati posisi tertinggi dengan persentase 31,4%.
Nama Dedy Mizwar menempati urutan kedua dengan persentase 20,5%, Dedy Mulyadi 12,6% disusul Dede Yusuf 6,9%, Rieke Diah Pitaloka 2% dan Agung Suryamal 0,5%.“Namun yang belum memutuskan dan masih merahasiakan jawaban sebesar 26%. Artinya Jabar layaknya tanah tak bertuan,” ujar Qodari.
Ia melanjutkan, di Jabar, partai politik dengan pilihan tertinggi jika pileg hari ini adalah PDIP dengan 11,4% suara, Golkar 8,1%, Gerindra 7,1%, PKS 4,4%, PPP 2,5%. “Komposisi ini mirip dengan hasil survey Februari 2017. Walaupun terjadi penurunan elektabilitas pada semua partai, namun jumlah yang belum memutuskan naik dari 44,9% ke 58,8%,” katanya.(Red)
