BNPB Gelar Seminar Nasional dan Bedah Buku : tema: Sinergitas Penta Helix Merawat Alam dan Mitigasi Bencana

2/22/2019 02:22:00 PM
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan DAS Citarum telah mengakibatkan banyak kerugian juda berdampak  meningkatkan risiko bencana.

Dalam upaya mengembalikan fungsinya sungai Citarum sebagai sumber air baku untuk pertanian dan komsumsi masyarakat , sebagai salah satu sungai strategis nasional, pemulihan Sungai Citarum juga merupakan kawasan yang menjadi prioritas pemerintah. Hal tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

Menyikapi hal tersebut untuk mensukseskan program Citarum Harum, BNPB bersama Kodam III Siliwang, Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dan Citarum Institute.Komunitas di sekitar Citarum menggelar seminar nasional dengan tema Model Sinergitas Pentahelix Merawat Alam dan Mitigasi Bencana,Bertempat di Grand Asrilia  Jl. Pelajar Pejuang 45 No.123 Kota Bandung,  Jumat 22 Februari 2019

Kegiatan ini bertujuan untuk menggulirkan niat baik kita semua untuk merawat dan kesadaran dan pentingnya berfikir bagi ihtiar pengurangan bencana yang saat ini harus menjadi fokus perhatian kita bersama.

Acara ini di hadiri Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Ida Bagus Putera Parthama.Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Trie Soewandono,Rektor Universitas Pasundan sekaligus Ketua APTISI Jabar-Banten Eddy Jusuf,dan Komunitas pengiat lingkungan se-Jawa Barat. 

Pada Seminar nasional menghadirkan tiga pembicara utama,yaitu : Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Deputi 4 Kemenko Maritim Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA .serta Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD. 

Dalam seminar juga dihadirkan event Bedah Buku “Kembalikan Citarum Harum” yang merupakan buku setebal 380 halaman hasil telisik dua orang  Joko Irianto Hamid dan Esa Tjatur Setiawan yang menulis paparan jurnalistik yang diniati untuk menjawab kritikan dunia internasional dimana sungai Citarum dijuluki “sungai terkotor sedunia” sejak 2013 oleh Black Smith Institute, organisasi nirlaba berbasis di New York. Kualitas sungai hakekatnya menggambarkan kualitas peradaban suatu bangsa. 
Akan dikupas oleh  Irma Hutabarat (Vetiver Indonesia); Joko Irianto Hamid (Lensa Indonesia.com),  Dadan Ramdhan (Walhi Jabar), Haryono Budi Utomo (Artha Graha Peduli).(Ari/Red) 

Bagikan Artikel ini di :

Kegagalan adalah cara Allah untuk mengatakan bersabarlah karena aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu saat waktunya tiba

Baca juga

Terbaru
« Selanjutnya
Selanjutnya
Terbaru »